Gonore adalah PMS yang paling sering ditemukan yang dapat menginfeksi pria
maupun wanita, biasanya menyerang daerah kelamin tetapi juga dapat menyerang
bagian tubuh yang lain. dan paling mudah
ditegakkan diagnosisnya. Nama awam penyakit kelamin ini adalah “kencing nanah”.
Masa inkubasi 3-5 hari. Penyakit Menular Seksual (PMS) yang sering
dijumpai
Kuman : Neisseria
gonorrhoea
Perantara : manusia
Tempat kuman keluar :
penis, vagina, anus, mulut
cara penularan : kontak
seksual langsung
Tempat kuman masuk :
penis, vagina, anus, mulut
Yang bisa terkena : orang
yang berhubungan seks tak aman
PENYEBAB :
Penyakit ini disebabkan
oleh suatu bakteri yang disebut Neisseria Gonorrehae yang ditemukan oleh
NEISSER pada tahun 1979.
GEJALA :
Penderita pria biasanya
mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah
kental berwarna kuning hijau. Rasa panas seperti terbakar pada saat
buang air kecil atau pada saat ejakulasi. Setelah
beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari, sedikit dan encer serta
rasa nyeri berkurang. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi
berupa peradangan pada alat kelamin.
Pada wanita, penyakit ini
tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama
sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan GO. Kadang penderita
mengeluh keputihan dan nyeri waktu kencing.
Dapat timbul komplikasi
berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita
sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila
ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada
wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi,
jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan
mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan
kebutaan.
Akibat atau
Konsekuensi
- Pada wanita jika tidak diobati, penyakit ini merupakan
penyebab utama radang panggul yang kemudian dapat menyebabkan kehamilan
ektopik, kemandulan, dan nyeri panggul kronis.
- Pada pria selain kemandulan, jika tidak diobati dapat
menginfeksi sendi, katup jantung dan otak.
- Pada janin dan bayi baru lahir dapat menyebabkan kebutaan
dan penyakit sistemik seperti meningitis dan arthritis sepsis pada bayi yang
terinfeksi pada proses persalinan.
- Dapat timbul kelainan akibat hubungan kelamin selain cara
genito-genital pada pria maupun pada wanita.
Pencegahan
Tidak melakukan hubungan seksual baik vaginal, anal dan oral
dengan orang yang terinfeksi, adalah salah satu cara 100% efektif untuk
pencegahan. Kondom dapat mengurangi, tetapi tidak dapat menghilangkan sama
sekali resiko penularan penyakit ini.
PENGOBATAN :
Segera Anda pesan Chitin
dan Cordy. Chitin berfungsi sebagai penghancur sel-sel kanker, meningkatkan
kekebalan tubuh, menyembuhkan luka dalam pada saluran kencing, mencegah
menyembuhkan luka dan borokpada kulit, kerusakan prostat, kandung kemih dan
kantung sperma dari serangan bakteri GO dan Sipilis.
Cordyceps Mycellium
terbuat dari ulat cordyceps yang memiliki dua bentuk. Tumbuh di dataran China, menyerupai
ulat pada musim dingin dan tumbuh menjadi rumput pada musim panas. Cordyceps
merupakan antibiotik alami berkadar tinggi. Tidak seperti antibiotik medis yang
memiliki efek samping, Cordyceps justru tidak memiliki efek samping walaupun
diminum sampai 24 kapsul sekali minum. Dosis penggunaan tergantung dari
seberapa parah penyakit yang dialami. Produk nutrisi ini berguna untuk berbagai
penyakit yang menyerang organ tubuh seperti disfungsi dan batu ginjal, narkoba
dan nikotin yang menyerang paru-paru, kanker, tumor, melawan kuman yang masuk
ke dalam tubuh, sipilis dan berbagai penyakit kelamin lainnya, ejakulasi dini,
dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan kekebalan tubuh.
Penatalaksanaan
Pada penatalaksanaan uretritis gonore sebelumnya kita harus
memperhatikan fasilitas laboratorium yang ada untuk menemukan penyebabnya.
Begitu juga dalam hal pelaksanaan duh tubuh uretra. Prinsipnya pertama kalinya
ditujukan untuk uretritis gonore dan bila kemudian ternyata ditemukan uretritis
non gonore maka pengobatannya baru dilaksanakan setelah infeksi gonorenya
teratasi.
No comments:
Post a Comment